Cicak-cicak di dinding
Diam-diam merayap
Datang seekor nyamuk
Lalu hap…! Langsung di tangkap
Buaya-buaya di rawa
Berkeliaran mencari mangsa
Datang seekor kambing
Lalu hap..! Langsung dilahap silahkan baca selengkapnya…
Cicak-cicak di dinding
Diam-diam merayap
Datang seekor nyamuk
Lalu hap…! Langsung di tangkap
Buaya-buaya di rawa
Berkeliaran mencari mangsa
Datang seekor kambing
Lalu hap..! Langsung dilahap silahkan baca selengkapnya…
Ramadhan, suatu malam,
Sebuah obrolan hangat mengalir begitu saja.
“Gue bingung bro dengan pemerintah sekarang ini,” tiba-tiba saja Google, sahabatku itu, mengalihkan pembicaraan.
Aku melengak, “Bingung kenapa bro? Pancasila dan UUD 45 tetap di posisinya, warna bendera kita juga tetep merah putih, belum mereka amandemen atau ganti. Trus apanya yang membingungkan?” silahkan baca selengkapnya…
Sahabat ku Fafa…,
Terus terang, aku bingung menuliskannya. Sepucuk surat ini untukmu, sebagai pemenuhan janjiku. Sewaktu dulu, kau memintaku tuk berbincang tentang masalah sosial di negeri ini. Karena memang terlalu banyak yang dapat di ceritakan. Bahkan terlalu pelik untuk diurai dalam sebuah cerita yang panjang, sekalipun oleh seorang penulis kenamaan apalagi oleh aku yang amatiran. silahkan baca selengkapnya…
Gantungkan cita-cita mu setinggi langit ! Bukankah begitu orang-orang bilang. Dan memang, kita sedari dulu di ajarkan untuk seperti itu. Menggantungkan keinginan kita di langit yang tinggi, hehehe…, padahal ngeliatnya aja udah bikin leher pegel apalagi harus menggapainya. Cape deh!
Di satu sisi memang benar, cita-cita dapat menjadi haluan hidup kita. Dia akan memberi arah kemana dan bagaimana kita harus melangkah. Namun yang sering bermasalah adalah proses pencapaiannya. Apa lagi kalo cita-cita itu sudah berubah menjadi sebuah obsesi. It’s so Dangerous…! silahkan baca selengkapnya…