<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Perigitua.com &#187; personal</title>
	<atom:link href="http://perigitua.com/category/manajemen/personal-manajemen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://perigitua.com</link>
	<description>Berbagi Hidup Dengan Hati</description>
	<lastBuildDate>Sun, 16 May 2010 03:52:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Tips Menjadi Pribadi Yang Tegar</title>
		<link>http://perigitua.com/tips-menjadi-pribadi-yang-tegar/</link>
		<comments>http://perigitua.com/tips-menjadi-pribadi-yang-tegar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 09:40:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>perigitua</dc:creator>
				<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[personal]]></category>
		<category><![CDATA[filosofi hidup]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perigitua.com/tips-menjadi-pribadi-yang-tegar/</guid>
		<description><![CDATA[Di jaman yang serba aneh ini, sangat dibutuhkan pribadi-pribadi yang tegar. Hanya manusia manusia yang berjiwa baja saja yang mampu bertahan dan tidak larut dalam kekisruhan perkembangan jaman. Hanya pribadi pribadi yang tegar saja yang mampu tetap menjalani hidup tanpa harus kehilangan jati dirinya sebagai manusia yang sebenarnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="text-align: justify;">Sahabat perigitua sayang,</p>
<p style="text-align: justify;">Di jaman yang serba aneh ini, sangat dibutuhkan pribadi-pribadi yang tegar.  Hanya manusia manusia yang berjiwa baja saja yang mampu bertahan dan tidak larut dalam kekisruhan perkembangan jaman. Hanya pribadi pribadi yang tegar saja yang mampu tetap menjalani hidup tanpa harus kehilangan jati dirinya sebagai manusia yang sebenarnya.<span id="more-1404"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sahabat perigitua sayang,</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang aku ingin berbagi tips bagaimana cara menjadi pribadi pribadi yang tegar.  Mohon masukan dan tambahannya ya&#8230;</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Mempertebal Iman dan Taqwa.</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Memahami dari mana kita berasal dan bagaimana kondisi kita saat dilahirkan.</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Memahami hakekat tujuan hidup kita di dunia.</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Memahami kemana nanti kita akan berpulang.</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Memahami bahwa kebahagiaan dan kesedihan adalah sesuatu yang wajar.</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Memahami bahwa kewajiban manusia adalah berusaha sedangkan hasil akhir tetaplah kuasa-Nya.</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Memahami kegagalan itu sebagai sebuah proses pembelajaran menuju keberhasilan.</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li style="text-align: justify;">Berdoa dan selalu berusaha sekuat tenaga.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: right;">Perigitua, februari &#8217;10</p>
<p style="text-align: right;">faza</p>
<p>Silahkan baca  juga <strong>Artikel</strong> terkait:</p>
<ul>
<li><a href="http://perigitua.com/setitik-air-pelubang-batu-karang/" target="_self">Setitik Air, Pelubang Batu Karang</a></li>
<li><a href="http://perigitua.com/perkara-sederhana-untuk-meraih-kebaikan-dunia-dan-akhirat/" target="_self">Perkara Sederhana Meraih Kebaikan Dunia Dan Akhirat</a></li>
<li><a href="http://perigitua.com/perigitua-mencari-bahagia-1/" target="_self">Perigitua Mencari Bahagia (1)</a></li>
<li><a href="http://perigitua.com/perigitua-mencari-bahagia-2/" target="_self">Perigitua Mencari Bahagia (2)</a></li>
<li><a href="http://perigitua.com/tips-merubah-kegagalan-menjadi-keberhasilan/" target="_self">Tips Merubah Kegagalan Menjadi Keberhasilan</a></li>
<li><a href="http://perigitua.com/tawakal-antara-ikhtiar-dan-kepasrahan/" target="_self"><span style="color: #0000ff;">Tawakal (Antara Ikhtiar dan Kepasrahan)</span></a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perigitua.com/tips-menjadi-pribadi-yang-tegar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tawakal (Antara Ikhtiar Dan Kepasrahan)</title>
		<link>http://perigitua.com/tawakal-antara-ikhtiar-dan-kepasrahan/</link>
		<comments>http://perigitua.com/tawakal-antara-ikhtiar-dan-kepasrahan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 12:55:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>perigitua</dc:creator>
				<category><![CDATA[personal]]></category>
		<category><![CDATA[filosofi hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perigitua.com/tawakal-antara-ikhtiar-dan-kepasrahan/</guid>
		<description><![CDATA[Ada benang merah antara ikhtiar dan kepasrahan. Dialah sang tawakal, sebuah sikap hati yang seharusnya selalu menyertai setiap langkah hidup. Tawakal sepatutnya ada di setiap tetes peluh kita. Tawakal sebaiknya ada ditiap kerut dahi kita, Tawakal juga seyogyanya terpatri dalam simpul-simpul syaraf kita, saat kita diam, berpikir dan bertindak.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="text-align: justify;">Sahabat perigitua tersayang,</p>
<p style="text-align: justify;">Berapa banyak di antara kita yang telah, sedang atau akan ber <strong>ikhtiar</strong> dengan keras untuk mencapai suatu tujuan. Kita telah mengerahkan segenap kemampuan kita dalam ikhtiar itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala menjadi kaki, kaki seolah berubah menjadi kepala.  Kita merelakan peluh menganak sungai di dahi dan sekujur tubuh  ini.  Atau bahkan kita memeras otak hingga jauh malam, membiarkan &#8216;bos nyonya&#8217; nganggur kedinginan, hanya untuk memikirkan jalan terbaik mencapai apa yang kita inginkan.<span id="more-1379"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Padahal Alloh Ta&#8217;ala telah menyediakan sebuah fasilitas super canggih untuk mempermudah <strong>ikhtiar</strong> kita.  <strong>Doa</strong>, seperti itulah kita biasa menyebutnya.  Sebuah fasilitas gratis yang Alloh Ta&#8217;ala sediakan bagi para hambanya untuk meminta.</p>
<p style="text-align: justify;">Sahabat perigitua tersayang,</p>
<p style="text-align: justify;">Berapa banyak di antara kita yang hanya <strong>pasrah</strong>.  Sebuah sikap dari pemahaman salah kaprah bahwa manusia adalah makhluk dan Alloh Ta&#8217;ala adalah Tuhan Sang Maha Berkehendak.</p>
<p style="text-align: justify;">Siang malam kita hanya ber<strong>do&#8217;a</strong>, memohon agar Alloh Ta&#8217;ala mewujudkan keinginan kita. sedakangkan kita tidak  sedikitpun ber<strong>usaha</strong> untuk mewujudkan keinginan kita itu. Kita hanya <strong>pasrah</strong> dan <strong>kepasrahan</strong> itu akan menggiring kita menjadi pribadi manja dan malas ber<strong>usaha</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Padahal Alloh Ta&#8217;ala telah menganugerahkan tangan dan kaki untuk ber<strong>usaha</strong>, Otak dan akal untuk berfikir, juga hati dan nurani yang akan menuntun kita dalam menentukan tujuan hidup ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sahabat perigitua tersayang,</p>
<p style="text-align: justify;">Ada benang merah antara <strong>ikhtiar</strong> dan kepasrahan. Dialah sang <strong>tawakal</strong>, sebuah sikap hati yang seharusnya selalu menyertai setiap langkah hidup.  <strong>Tawakal</strong> sepatutnya ada di setiap tetes peluh kita. <strong>Tawakal</strong> sebaiknya ada ditiap kerut dahi kita,  <strong>Tawakal</strong> juga seyogyanya terpatri dalam simpul-simpul syaraf kita, saat kita diam, berpikir dan bertindak.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tawakal</strong> adalah langkah selanjutnya dari berusaha dan ikhtiar.  Kita sebagai manusia hanya berhak untuk menentukan tujuan dan ber<strong>ikhtiar</strong> dengan segenap jiwa dan raga kita dalam pencapaiannya.  Lalu  dengan <strong>doa</strong>-<strong>doa</strong> yang membaluri setiap ikhtiar, kita menyerahkan segala hasil usaha pada kehendak dan kuasa Alloh Ta&#8217;ala.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tawakal</strong> akan menuntun kita memjadi pribadi-pribadi yang kuat dan mandiri.  Karena <strong>usaha</strong> dan <strong>ikhtiar </strong>keras adalah nafas dalam tiap gerak tubuhnya.  <strong>Tawakal</strong> pulalah yang akan membentuk kita sebagai pribadi-pribadi rendah hati.  Karena apapun hasil yang kita dapat, kita menyadari, bahwa semua itu adalah anugerah dari Alloh Ta&#8217;ala.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Keep the fight for better life</strong></p>
<p style="text-align: justify;">cu&#8230;</p>
<p style="text-align: right;">perigitua, Februari &#8217;10</p>
<p style="text-align: right;">faza</p>
<p style="text-align: left;">Silahkan baca juga <strong>Artikel</strong> terkait:</p>
<ul>
<li><a href="http://perigitua.com/setitik-air-pelubang-batu-karang/" target="_self">Setitik Air, Pelubang Batu Karang</a></li>
<li><a href="http://perigitua.com/perkara-sederhana-untuk-meraih-kebaikan-dunia-dan-akhirat/" target="_self">Perkara Sederhana Meraih Kebaikan Dunia Dan Akhirat</a></li>
<li><a href="http://perigitua.com/perigitua-mencari-bahagia-1/" target="_self">Perigitua Mencari Bahagia (1)</a></li>
<li><a href="http://perigitua.com/perigitua-mencari-bahagia-2/" target="_self">Perigitua Mencari Bahagia (2)</a></li>
<li><a href="http://perigitua.com/tips-merubah-kegagalan-menjadi-keberhasilan/" target="_self">Tips Merubah Kegagalan Menjadi Keberhasilan</a></li>
</ul>
<p style="padding-left: 30px;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perigitua.com/tawakal-antara-ikhtiar-dan-kepasrahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanda Tanda Cinta Dunia</title>
		<link>http://perigitua.com/tanda-tanda-cinta-dunia/</link>
		<comments>http://perigitua.com/tanda-tanda-cinta-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 18:41:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>perigitua</dc:creator>
				<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[personal]]></category>
		<category><![CDATA[cinta dunia]]></category>
		<category><![CDATA[filosofi hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perigitua.com/?p=1327</guid>
		<description><![CDATA[Tiga tanda cinta dunia: sibuk yang tidak terlepas dari kesukaran, angan yang tidak ada ujungnya dan rakus yang tidak ada cukupnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sahabatku sayang,</p>
<p style="text-align: justify;">Dunia adalah nafsu, berhentilah mencintai dunia dan menjadinya sebagai orientasi hidup, karena akhiratlah sesungguhnya tempat berpulang yang kekal.</p>
<p style="text-align: justify;">Sahabatku sayang, sesungguhnya ada tiga tanda bila cinta dunia sudah menghinggapi manusia.<span id="more-1327"></span></p>
<ul>
<li style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Sibuk yang tidak terlepas kesukarannya</span>.  Manusia yang terlalu mencintai dunianya. Dia akan disibukkan oleh keinginannya mengejar dunia.  Parahnya lagi, biarpun dia udah pontang panting membanting tulang, dia tidak akan pernah merasa berhasil.  Bahkan, dia tidak akan pernah terlepas dari kesukaran.  Lepas dari satu kesalahan, jatuh pada kesukaran lainnya. Capee deh…..!!!</li>
<li style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Angan-angan yang tak berujung pangkal</span>.  Manusia yang menjadikan dunia sebagai orientasi hidupnya, maka dia akan sering berandai andai. “Andai aaaa… Ku jadi orang kaya… Andai aaa… Ga usah pake kerja… (Cuma khayalan – Oppie Andaresta)&#8221;.  Manusia yang panjang angan-angan ini jauh dari usaha kreatif untuk mewujudkan angan-angannya itu.  Tapi sebaliknya, dia hanya akan terus berangan-angan dan berujung pada sebatas impian belaka.</li>
<li style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Rakus yang tidak ada cukupnya</span>.  Manusia yang terkena ‘penyakit’ cinta dunia, maka dia akan mencari harta sebanyak-banyaknya.  Satu gunung emas di temukan, dia menginginkan dua gunung emas.  Dua telah di dapat, maka dia inginkan tiga dan begitu seterusnya.  Naudzubillahimindzalik… Hanya liang lahatlah yang akan menghentikan kerakusannya.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Sahabatku sayang,</p>
<p style="text-align: justify;">Marilah kita introspeksi diri, merenung dan menelanjangi diri sendiri. Adakah salah satu tanda itu pada diri kita? Andaipun ada, bertobat dan beristighfar…</p>
<p style="text-align: justify;">Mari kita luruskan orientasi hidup pada akhirat nan kekal.  Mari kita pertekun amal dan perdalam ibadah kita.  Mari kita kembalikan dunia sebagai tempat mencari bekal bukan sebagai tujuan akhir kehidupan.  Karena akheratlah tempat kita akan berpulang.</p>
<p style="text-align: justify;">Moga bermanfaat…</p>
<p style="text-align: justify;">Keep the fight for better life…</p>
<p style="text-align: justify;">cu…</p>
<p style="text-align: right;">perigitua, Januari &#8217;10</p>
<p style="text-align: right;">faza</p>
<p style="text-align: left;">Silahkan baca juga artikel terkait:</p>
<ul>
<li><a href="http://perigitua.com/impian-sederhana-dari-manusia-sederhana/" target="_self">Impian Sederhana dari Manusia Sederhana</a></li>
<li><a href="http://perigitua.com/perkara-sederhana-untuk-meraih-kebaikan-dunia-dan-akhirat/" target="_self">Perkara Sederhana Untuk Meraih Kebaikan Dunia Akhirat</a></li>
<li><a href="http://perigitua.com/perigitua-mencari-bahagia-1/" target="_self">Perigitua Mencari Bahagia 1</a></li>
<li><a href="http://perigitua.com/perigitua-mencari-bahagia-2/" target="_self">Perigitua Mencari Bahagia 2</a></li>
</ul>
<p style="text-align: left;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perigitua.com/tanda-tanda-cinta-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perkara Sederhana Untuk Meraih Kebaikan Dunia dan Akhirat</title>
		<link>http://perigitua.com/perkara-sederhana-untuk-meraih-kebaikan-dunia-dan-akhirat/</link>
		<comments>http://perigitua.com/perkara-sederhana-untuk-meraih-kebaikan-dunia-dan-akhirat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 17:01:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>perigitua</dc:creator>
				<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[personal]]></category>
		<category><![CDATA[filosofi hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perigitua.com/?p=1292</guid>
		<description><![CDATA[Ada tiga perkara sederhana yang dapat mengantar manusia pada kebaikan dunia dan akhirat: Ridlo, sabar dan syukur.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sahabat-sahabatku sayang,</p>
<p style="text-align: justify;">Siapa diantara sahabat yang tidak menginginkan <strong>kebaikan dunia</strong>? Apalagi kalo bisa langsung include dengan <strong>kebaikan akherat</strong>?</p>
<p style="text-align: justify;">Hehehe…, Ga ada yang ngacung neh…??? Ga usah dipaksain sahabat. Orang aku sendiri, yang notabene pembuat pertanyaan di atas, dibayar berapa $$$ pun tak akan mau ngacung je… Soale, apalagi yang dicari oleh manusia seperti kita ini, selain <strong>kebaikan dunia</strong> dan<strong> akhirat</strong>. Iyakan…?!!!<span id="more-1292"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sahabat-sahabatku sayang,</p>
<p style="text-align: justify;">Ada tiga perkara sederhana yang dapat mengantar kita pada <strong>kebaikan dunia </strong>sekaligus <strong>kebaikan akhirat</strong>.  Tiga perkara sederhana itu adalah:</p>
<ul>
<li style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Ridlo akan takdir dan ketentuan Alloh Ta’ala</span>.  Sikap khusnudzon, berbaik sangka atau positive thingking adalah cerminan dari perkara ini.  Keyakinan bahwa hanya Alloh-lah yang maha Tahu apa yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya  mutlak dibutuhkan untuk lulus dari perkara yang satu ini.</li>
<li style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Sabar atas segala ujian yang dihadirkan oleh Alloh Ta’ala</span>.  Manusia yang mampu bersabar menghadapi segala cobaan hiduplah yang sebenar-benarnya mampu merasakan nikmatnya hidup ini. Rasa sabar yang dilandasi keikhlasan akan mengantar kita pada rasa syukur yang hakiki.</li>
<li style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">Bersyukur dikala Alloh menganugerahkan kesenangan dan kegembiraan.</span> Bersyukur pada saat senang dan bahagia adalah sikap pengendalian diri.  Dengan bersyukur, manusia akan terhindar dari sombong dan lupa diri.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Ok, sahabat, demikianlah tiga perkara sederhana untuk meraih kebaikan dunia dan akhirat.  Semoga bermanfaat.</p>
<p style="text-align: justify;">Keep the fight for better life</p>
<p style="text-align: justify;">cu..</p>
<p style="text-align: right;">perigitua. januari &#8217;10</p>
<p style="text-align: right;">faza</p>
<p style="text-align: left;">Silahkan baca juga artikel terkait:</p>
<blockquote>
<ul>
<li><a href="http://perigitua.com/setitik-air-pelubang-batu-karang/" target="_self">Setitik Air, Pelubang Batu Karang</a></li>
<li><a href="http://perigitua.com/tips-merubah-kegagalan-menjadi-keberhasilan/" target="_self">Tips Merubah Kegagalan Menjadi Keberhasilan</a></li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://perigitua.com/impian-sederhana-dari-manusia-sederhana/" target="_self">Impian Sederhana dari Manusia Sederhana</a></li>
<li><a rel="nofollow" target="_blank" href="../tanda-tanda-cinta-dunia/" target="_self">Tanda Tanda Cinta Dunia</a></li>
<li><a href="http://perigitua.com/perigitua-mencari-bahagia-1/" target="_self">Perigitua Mencari Bahagia 1</a></li>
<li><a href="http://perigitua.com/perigitua-mencari-bahagia-2/" target="_self">Perigitua Mencari Bahagia 2</a></li>
</ul>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perigitua.com/perkara-sederhana-untuk-meraih-kebaikan-dunia-dan-akhirat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setitik Air, Pelubang Batu Karang</title>
		<link>http://perigitua.com/setitik-air-pelubang-batu-karang/</link>
		<comments>http://perigitua.com/setitik-air-pelubang-batu-karang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 17:01:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>perigitua</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[personal]]></category>
		<category><![CDATA[filosofi alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perigitua.com/?p=1277</guid>
		<description><![CDATA[“Kalo kamu nggak sanggup menjadi ombak di lautan, jadilah setitik air,” ucap mbah google. “Jadilah setitik air le... setitik air yang menetes terus menerus... setiap saat...,” tutur mbah google serius. “Teruslah menetes di satu titik... jangankan batu kali... karang di lautanpun niscaya akan berlubang suatu hari nanti.”]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="text-align: justify;">Pagi itu, perigitua menghadap sang guru spiritual yang bernama mbah google.</p>
<p style="text-align: justify;">“Berat mbah&#8230;,” keluh perigitua.</p>
<p style="text-align: justify;">Mbah google hanya terkekeh sambil menyedot rokok kretek andalannya pagerank cigaretes.  Tawanya masih terdengar saat nyeruput kopi panas bikinan murid kesayangannya yang bernama putri alexa.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kamu ini&#8230; Jadi laki-laki kok mlempem&#8230;,” tutur mbah google dengan santainya.  Sepotong pisang goreng langsung amblas masuk ke dalam perut buncitnya.<span id="more-1277"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Perigitua tengadah, nggak enak hati juga dicap sebagai laki-laki lemah, biarpun oleh sang guru sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">“Saya tidak mlempem mbah.  Saya kuat&#8230;,” sanggah perigitua berang.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hehehehe&#8230; lha terus&#8230; yang tadi itu apa le..?” tanya mbah google lagi. “Berat mbah&#8230; Omongan apa itu?”</p>
<p style="text-align: justify;">Perigitua bungkam.</p>
<p style="text-align: justify;">“Jadi laki-laki itu harus kuat. Tegar sekokoh batu karang,” lanjut mbah google lagi memberi wejangan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Saya kuat mbah,” sergah perigitua. “Saya tegar, setegar batu karang yang sanggup menahan gemburan ombak lautan.”</p>
<p style="text-align: justify;">Mbah google manggut-manggut.</p>
<p style="text-align: justify;">“Lalu masalahmu dimana le&#8230;?” tanya mbah google kali ini dengan lembut.</p>
<p style="text-align: justify;">Perigitua merem melek menikmati elusan lembut mbah google di kepalanya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Saya tidak mau pasrah mbah.  Saya tidak mau menjadi obyek.”</p>
<p style="text-align: justify;">“Jadilah ombak le&#8230; yang selalu menghantam karang,” mbah google memberi saran.</p>
<p style="text-align: justify;">Tampang perigitua seketika memelas. “Tapi saya nggak sanggup menjadi gelombang itu mbah. Terlalu dasyat dan saya nggak akan mampu sehebat itu.”</p>
<p style="text-align: justify;">“Kamu pesimis le&#8230;?”</p>
<p style="text-align: justify;">“Tidak mbah, saya hanya realistis,” jawab perigitua.</p>
<p style="text-align: justify;">“Bagus bagus&#8230; mawas diri&#8230;,” gumam mbah google lirih.  “Terus mau kamu bagaimana le&#8230;?”</p>
<p style="text-align: justify;">Perigitua menghela nafas panjang.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ya itulah mbah&#8230; Saya nggak tahu harus bagaimana lagi&#8230;” tutur perigitua lemah. “Makanya saya kemari&#8230; mohon petunjuk mbah google&#8230;,” sambungnya lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Mbah google manggut-manggut sambil mengelus jenggotnya yang jarang-jarang.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kalo kamu nggak sanggup menjadi ombak di lautan, jadilah setitik air,” ucap mbah google.</p>
<p style="text-align: justify;">Perigitua melengak.</p>
<p style="text-align: justify;">“Setitik air mbah? Apa hebatnya?” tanya perigitua sambil cengengesan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kamu ngetawain simbah le..?!” tanya mbah google mendelik. Tawa perigitua kontan surut.</p>
<p style="text-align: justify;">“Mboten mbah&#8230; Mana berani saya ngetawain simbah, dikutuk jadi orang ngganteng bisa repot nanti,” ralat perigitua dengan panik.</p>
<p style="text-align: justify;">“Saya cuma bingung saja mbah. Dari rencana menjadi ombak kok langsung berubah menjadi setitik air mbah.  Kalo disuruh jadi segelas air masih mendingan, kan masih bisa buat membangunkan orang yang lagi ketiduran waktu rapat paripurna di sana,” sambung perigitua sambil menunjuk arah sekenanya.</p>
<p style="text-align: justify;">“<span style="color: #ff00ff;">Jadilah setitik air le&#8230; setitik air yang menetes terus menerus&#8230; setiap saat&#8230;</span>,” tutur mbah google serius. “<span style="color: #ff00ff;">Teruslah menetes di satu titik&#8230; jangankan batu kali&#8230; karang di lautanpun niscaya akan berlubang suatu hari nanti</span>.”</p>
<p style="text-align: justify;">Perigitua terdiam, mencoba meresapi dan memahami wejangan mbah google.</p>
<p style="text-align: justify;">“Minta ajimatnya mbah&#8230; biar jadi setitik airnya lebih mantap mbah&#8230;”</p>
<p style="text-align: justify;">“Boleh&#8230; boleh&#8230; nih bawa pagerank cigaretes&#8230; Insya Alloh ini akan banyak membantumu&#8230;,” mbah google mengeluarkan pusaka pagerank cigaretes dari balik kolornya.</p>
<p style="text-align: justify;">Perigitua menerima  pusaka pagerank cigaretes itu dengan takzim. “Boleh tanya mbah&#8230;?”</p>
<p style="text-align: justify;">Mbah google manggut-manggut nggak jelas, “Hhhhmmm&#8230;, boleh.. Apa yang hendak kau tanyakan le..?”</p>
<p style="text-align: justify;">“Mbah google serius, saya di suruh menjadi setitik air? Apa nggak kelamaan mbah?” tanya perigitua penasaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba mbah google mencak-mencak naik pitam.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kamu nggak percaya sama aku le&#8230;?” tanya mbah google dengan nada yang naik beberapa oktav.  “Kamu mau mencoba merasakan kekuatan setitik air le..?”</p>
<p style="text-align: justify;">Perigitua tergidik.  Duduknya beringsut mundur.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sini kamu&#8230;!!! Aku ikat di sana,” ancam mbah google sambil menunjuk tiang yang berdiri tegak di tengah rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">“Alexa&#8230;, ambilkan segentong air.  Taruh di atas sana. Lalu bagian bawah gentong dilubangi, arahkan biar tepat di batok kepala bocah ini&#8230;”</p>
<p style="text-align: justify;">Perigitua terperanjak sampai pucat.  Tergopoh-gopoh dia berdiri dari duduk bersilanya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ampun mbah&#8230; Ampun&#8230; Saya percaya&#8230; Terima kasih banyak mbah&#8230; Assalamu&#8217;alaikum&#8230;”</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa menunggu jawaban dari mbah google, perigitua langsung kabur, lari tunggang langgang diiringi tawa merdu putri alexa yang terpingkal-pingkal.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;">*Para sahabatku sayang&#8230; Selamat berlomba menangkap benang merahnya ya&#8230; Semoga bermanfaat&#8230;!*</span></p>
<p style="text-align: justify;">Keep the fight for better life</p>
<p style="text-align: justify;">cu&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: right;">perigitua, Januari &#8217;10</p>
<p style="text-align: right;">faza</p>
<p>Silahkan baca juga artikel terkait:</p>
<ul>
<li><a href="http://perigitua.com/perkara-sederhana-untuk-meraih-kebaikan-dunia-dan-akhirat/" target="_self">Perkara Sederhana Untuk Meraih Kebaikan Dunia dan Akhirat<br />
</a></li>
<li><a href="http://perigitua.com/tips-merubah-kegagalan-menjadi-keberhasilan/" target="_self">Tips Merubah Kegagalan Menjadi Keberhasilan</a></li>
</ul>
<p style="text-align: left;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perigitua.com/setitik-air-pelubang-batu-karang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>72</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Merubah Kegagalan Menjadi Keberhasilan</title>
		<link>http://perigitua.com/tips-merubah-kegagalan-menjadi-keberhasilan/</link>
		<comments>http://perigitua.com/tips-merubah-kegagalan-menjadi-keberhasilan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 00:01:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>perigitua</dc:creator>
				<category><![CDATA[personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perigitua.com/?p=1261</guid>
		<description><![CDATA[Sahabat-sahabatku sayang mau tahu caranya, merubah tangis menjadi tawa, mengganti kegagalan menjadi keberhasilan di masa datang dan memugar keputus-asaan menjadi harapan. Aku ada beberapa tips sederhana yang dapat membantu kita melakukan keajaiban hidup dan memanajemen hati.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Cihuiiii&#8230;.  Memang cihuii sekali hidup ini, sungguh aneh bin ajaib.  Kemarin putus asa, sekarang mengejar asa. Kemarin cemberut aja, sekarang menebar tawa di mana-mana. Kemarin gagal, hari ini sukses besar. Hahaha&#8230; ajaibnya hidup dan ajaibnya perasaan manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">Sahabat-sahabatku sayang mau tahu caranya, merubah tangis menjadi tawa, mengganti kegagalan menjadi keberhasilan di masa datang dan memugar keputus-asaan menjadi harapan. Aku ada beberapa tips sederhana yang dapat membantu kita melakukan keajaiban hidup dan memanajemen hati.<span id="more-1261"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Jangan tertawa apalagi meledek ya, soale langkah-langkah ini aku dapetkan dari hasil penerawangan yang ditemani asap tembakau, asap kemenyan dan juga wangi kembang setaman.  Belum lagi air yang digunakan untuk menyeduh kopi berasal dari oplosan air 7 sumur keramat. Hahahaha&#8230; so check it out guest&#8230;.</p>
<blockquote style="text-align: justify;">
<ul>
<li>Dalam setiap perencanaan, bila dikau termasuk orang yang cukup sombong, <span style="color: #0000ff;">Beri minimal space 0.0000001%</span> untuk campur tangan kekuasaan Alloh Ta&#8217;ala, Tuhan Yang  Maha Esa.</li>
<li><span style="color: #0000ff;">Ikhlaskan lalu bertawakal</span>.  Apapun hasil akhir dari usaha kita adalah sebuah garis hidup yang ditakdirkan oleh Sang Maha Pemilik Kuasa (perhatikan point pertama 0.0000001%).</li>
<li><span style="color: #0000ff;">Positif tinking dan temukan hikmah</span>.  Biarpun sebuah kegagalan yang kita dapat, kita harus tetep berbaik sangka terhadap apa yang telah digariskan oleh Alloh Azza Wajalla.  Cari hikmah dibalik apa yang terjadi.</li>
<li><span style="color: #0000ff;">Evalusi dan Introspeksi</span>.  Pastikan bahwa kita telah melakukan yang terbaik, yang kita bisa lakukan.  Cari penyebab kegagalan dan masukkan dalam daftar pengalaman hidup.</li>
<li><span style="color: #0000ff;">Buat Rencana Baru</span>.  Rencana baru bukan berarti mengganti total tujuan yang kita buat, tapi langkah-langkah yang akan kita ambil mungkin perlu kita amandemen.</li>
<li><span style="color: #0000ff;">Bismillah&#8230;. </span> Awali sesuatu dengan meluruskan niat, mensucikan hati dan berharap pada Ridlo Alloh, Tuhan Seru Sekalian ALam.</li>
<li><span style="color: #0000ff;">Just Do It</span>.  Lakukan&#8230;  sepenuh hati&#8230; sepenuh raga&#8230; Kesuksesan sudah menanti di ujung tikungan sana.</li>
</ul>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Ok, sahabat&#8230; That&#8217;s All&#8230; Moga bermanfaat ya&#8230;!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Keep the fight for better life ya</p>
<p style="text-align: justify;">cu&#8230;</p>
<p style="text-align: right;">perigitua, Januari &#8217;10</p>
<p style="text-align: right;">faza</p>
<p>Silahkan baca  juga <strong>Artikel</strong> terkait:</p>
<ul>
<li><a href="http://perigitua.com/setitik-air-pelubang-batu-karang/" target="_self">Setitik Air, Pelubang Batu Karang</a></li>
<li><a href="http://perigitua.com/perkara-sederhana-untuk-meraih-kebaikan-dunia-dan-akhirat/" target="_self">Perkara Sederhana Meraih Kebaikan Dunia Dan Akhirat</a></li>
<li><a href="http://perigitua.com/perigitua-mencari-bahagia-1/" target="_self">Perigitua Mencari Bahagia (1)</a></li>
<li><a href="http://perigitua.com/perigitua-mencari-bahagia-2/" target="_self">Perigitua Mencari Bahagia (2)</a></li>
<li><a href="http://perigitua.com/tawakal-antara-ikhtiar-dan-kepasrahan/" target="_self">Tawakal (Antara Ikhtiar Dan Kepasrahan)<br />
</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perigitua.com/tips-merubah-kegagalan-menjadi-keberhasilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Believe and Succeed</title>
		<link>http://perigitua.com/believe-and-succeed/</link>
		<comments>http://perigitua.com/believe-and-succeed/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 15:11:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>perigitua</dc:creator>
				<category><![CDATA[personal]]></category>
		<category><![CDATA[meraih sukses]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perigitua.com/?p=592</guid>
		<description><![CDATA[Believe and succeed, dua  kata itulah yang kini tengah aku pelototi. Hehehe.., entahlah, kenapa hari ini aku penasaran sekali dengan kata-kata yang sudah sekian bulan tertera manis di kalender meja kerjaku. Juga masih ada kata-kata di bawahnya, “We can not change yesterday, we can only make the most of today, and look with hope toward tomorrow”]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p style="margin-bottom: 0pt; text-align: justify;"><em>Believe</em> and <em>succeed</em>, dua <em> kata</em> itulah yang kini tengah aku pelototi.  Hehehe.., entahlah, kenapa <em>hari ini</em> aku penasaran sekali dengan<em> kata-kata</em> yang sudah sekian bulan tertera manis di kalender meja kerjaku.  Juga masih ada <em>kata-kata</em> di bawahnya, “<em>We can not change yesterday, we can only make the most of today, and look with hope toward tomorrow</em>”<span id="more-592"></span></p>
<p style="margin-bottom: 0pt; text-align: justify;">Penasaran dengan serentetan kalimat itu, akhirnya aku minta bantuan mbah <em><a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.google.co.id/" target="_blank">Google</a>. S</em><span style="font-style: normal;">etelah sampai di kediamannya, aku langsung mencari</span><em> </em><span style="font-style: normal;">keponakannya mbah </span><em><a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.google.co.id/" target="_blank">Google</a> </em><span style="font-style: normal;">yang bernama </span><a rel="nofollow" target="_blank" href="http://translate.google.com" target="_blank"><em>Google translate</em></a><span style="font-style: normal;">.  Dan… bingo…! Akhirnya aku tahu juga artinya. Hehehe… , mbah </span><em><a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.google.co.id/" target="_blank">Google</a> </em><span style="font-style: normal;">en keluarganya emang TOP BanGeT GiTu  Loh…! Terima kasih… Terima kasih…<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom: 0pt; text-align: justify;">“<em>Keyakinan</em><span style="font-style: normal;"> dan </span><em>Kesuksesan</em><span style="font-style: normal;">.  Kita tidak dapat mengubah<em> masa lalu</em>.  Kita hanya bisa berusaha maximal</span><em> hari ini</em><span style="font-style: normal;">, dan berharap akan </span><em>hari esok</em><span style="font-style: normal;">”. </span></p>
<p style="margin-bottom: 0pt; text-align: justify;"><span style="font-style: normal;">Ooo…, itu tho artinya. “Mantap…mantap…” kataku pada diri sendiri sambil mengangguk-ngangguk setuju.</span></p>
<p style="margin-bottom: 0pt; text-align: justify;"><span style="font-style: normal;">Memang seperti itulah <em>kehidupan </em>ini.  Apa yang sudah terjadi<em> kemarin</em> tak mungkin di ulang kembali, yang bisa kita lakukan hanyalah berusaha untuk <em>hari ini</em> dan berencana untuk <em>hari esok</em> yang lebih baik lagi. </span><em> </em></p>
<p style="margin-bottom: 0pt; font-style: normal; text-align: justify;">Pikiran nakalku jadi teringat tentang <em>de javu </em>dan<em> </em>mesin waktu<em>. </em>Andai saja aku bisa seperti yang di film-film itu, tentu aku tak perlu melakukan yang terbaik <em>hari ini</em> dan mempersiapkan <em>hari esok</em> agar lebih baik lagi.  Aku cukup apa adanya <em>hari ini</em>, salah juga tidak akan jadi masalah.  Toh, aku bisa memutar waktu, aku bisa kembali ke <em>masa lalu</em> untuk memperbaiki <em>masa kini</em>.  Hehehe…, celoteh My Pik ku memang sedang agak error akhir-akhir ini.</p>
<p style="margin-bottom: 0pt; font-style: normal; text-align: justify;">Namun aku menyadari dengan penuh kesadaraan bahwa hal itu tidak mungkin terjadi, biarpun bila Alloh menghendaki, takkan ada yang tidak mungkin terjadi, tetapi berharap untuk hal itu sama saja mimpi di siang bolong. Sama saja berharap api itu tidak panas dan es itu tidak dingin.</p>
<p style="margin-bottom: 0pt; font-style: normal; text-align: justify;">Tiba-tiba My Nur menepuk jidat My Pik<a rel="nofollow" target="_blank" href="http://perigitua.wordpress.com/2009/07/18/bom-lagi-apa-yang-kau-cari/"> </a>mencoba menyadarkan pikiranku itu sebelum ngelantur terlalu jauh. Hehehehe…, nuraniku protes keras dan pikiranku segera sadar akan kekhilafan nya.</p>
<p style="margin-bottom: 0pt; font-style: normal; text-align: justify;"><span style="color: #008000;">Bismillah… Ku kobarkan semangat, ku nyalangkan sepasang mata, ku tegapkan langkah untuk mengisi <em>hari ini</em>.  Ku tundukkan hati, ku rengkuh tawakal, ku sanding keikhlasan, berharap Alloh berkenan dan berbelas kasihan. Semoga saja, <em>hari ini</em> aku lebih baik dari <em>hari kemarin</em> dan <em>hari esok</em> ku akan lebih baik dari <em>hari ini</em>. Amieen…!</span></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perigitua.com/believe-and-succeed/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Empat Type Manusia berdasarkan Lidah</title>
		<link>http://perigitua.com/lidah-itu/</link>
		<comments>http://perigitua.com/lidah-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 12:38:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>perigitua</dc:creator>
				<category><![CDATA[personal]]></category>
		<category><![CDATA[lidah]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perigitua.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Sahabat, tahu kah kamu, ada empat type manusia berdasarkan lidah nya. Type pertama adalah manusia dengan kualitas lidah tinggi. Type ke dua adalah manusia biasa-biasa saja.  Type ke tiga adalah manusia rendahan. Type ke empat adalah manusia  yang dangkal.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>perigitua.com sett mode</strong> *<span style="color: #ff00ff;">berbagi</span>*</p>
<p><em>Sahabat</em>&#8230;, tau nggak kamu, kalo sebenarnya ada <em><span style="font-weight:normal;">empat type manusia</span></em> berdasarkan <em><span style="font-weight:normal;">Lidah</span></em> dan kualitas pembicaraannya.  Mau tau? Here they are&#8230;</p>
<p>Tipe pertama adalah <em><span style="font-weight:normal;">manusia</span></em> yang <em><span style="font-weight:normal;">lidah</span></em> nya berkualitas tinggi. <em> manusia type</em> ini, kalo berbicara, wuih&#8230; luar biasa sekali.  Perkataannya selalu berbobot.  Isi pembicaraannya tuh kalo nggak tentang hikmah, ya tentang ide-ide cemerlang gitu deh. Or kalo tidak pasti tentang solusi-solusi.  Yang jelas, <em>manusia</em> istimewa ini selalu sarat dengan ilmu.  Misalnya aja kamu lagi ada masalah trus cerita pada <em>manusia</em> macam ini, dijamin garansi pabrik deh, kamu akan mendapatkan solusi  terbaik untuk persoalanmu itu or minimal kamu akan menemukan tempat curhat yang tepat &#8220;CURHAT&#8221;<span id="more-3"></span></p>
<p><em>Type</em> kedua adalah <em>manusia</em> yang biasa aja.  <em>Manusia</em> seperti ini adalah tipe komentator sejati.  Hobinya bercerita apaaaaaaaa&#8230; aja.  Kejadian yang biasa aja akan bolak-balik diceritakannya.  Misalnya neh, dia melihat ada tukang bakso berikut gerobaknya diseruduk oleh truk.  Dia akan cerita dengan semangat 45 seolah-olah dia sendiri yang jadi punya gerobaknya.</p>
<p><em>Type</em> ketiga adalah orang rendahan.  <em>Manusia</em> kayak gini neh kalo ngomong isinya tuh kalo ga keluhan ya celaan trus ujung-ujungnya menghina <em>Manusia </em><span style="font-style:normal;">lain</span>.  Jangan pernah deh curhat ama <em>Manusia</em> dengan <em>type</em> kayak gini.  Ga percaya? Boleh dicoba, tapi aku kuatir kamu akan sakit hati, trus frustasi n&#8230;. Minimal kamu akan tereak kenceng banget, &#8220;CAPE deh&#8230;&#8221;</p>
<p><em>Type</em> keempat adalah <em>Manusia</em> yang dangkal.  <em>Manusia </em>model gini cuma akan ngomongin tentang kehebatan-kehebatan or kebaikan-kebaikan dirinya sendiri.  Hati-hati, kalo <em>kamu </em>pernah ditraktir nasi goreng ama <em>Manusia</em> <em>type</em> ini, siap-siap aja <span style="font-style:normal;">kamu </span>akan ngerasa seperti orang termiskin di dunia.  Soale <em>dia</em> akan bercerita ke seluruh dunia kalo kamu ga kuat bayar.  Hehehe&#8230;</p>
<p>Gimana  <em>Sahabat</em>, Termasuk<em> type</em> manakah kamu???</p>
<p>Silahkan baca juga artikel terkait:</p>
<blockquote>
<ul>
<li><a href="http://perigitua.com/ibuku-pembohong-sejati/" target="_blank">Ibuku Pembohong Sejati</a></li>
</ul>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perigitua.com/lidah-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
