Skip to content

Archive

Category: Nakal

Hadir lagi sahabat,

Pernah merasa spechless di hadapan pacar? Mulut bisu, lidahpun kelu. Wkwkwkwk…, Kepala mules bawaannya pengen ke belakang melulu? Wkwkwkwk… parah…!!!

Kalo dulu orang bilang, ’say with flowers’. Lha kalo sekarang, kita mengungkapkan perasaan kita dengan bunga, aku jamin, pasangan kita tercinta akan menawar, ‘bisa di tuker dengan bunga bank aja nggak?’ Walah…!!! silahkan baca selengkapnya…

Afra sakit! Bocah yang biasanya periang itu jadi murung, lebih banyak bungkam daripada berkicau.  Rumah sungguh sepi tenpa celotehnya.

Inno, sang bunda bermuram durja. Engki, sang kakek sibuk nyari dokter. Enin, sang nenek sibuk ngompress. Budhe juga tengah sibuk masak.  Nah lho, kok beda sendiri? Wkwkwkwk….! silahkan baca selengkapnya…

Matahari baru saja beranjak menapaki garis edarnya, saat lurah Google mengumpulkan seluruh warga kampung maya. Di halaman istana kelurahan, beliau berdiri dengan gagah lengkap dengan pakaian kebesarannya. Di sampingnya, putri Alexa berdiri anggun. Dan beberapa langkah di belakangnya, tiga pemuda tampan berdiri tegak dengan kapak siap di pundak. Tiga pemuda gagah itu tidak lain dan tidak bukan adalah si faza, si perigi dan si tua. silahkan baca selengkapnya…

Sahabat ku sayang, kali ini faza akan menyambung cerita yang pernah terputus di tengah jalan, karena tangan ini mencet-mencet keyboard begitu saja sampai akhirnya jalan cerita mengalir begitu saja en yang jelas, makin tidak jelas juntrungannya.

Sebuah cerita tentang tiga orang sahabat yang bernama si faza, si perigi dan si tua. Masih ingatkah? Semoga saja para sahabat masih ingat, tapi kalaupun sudah lupa, silahkan baca artikel terkait di bawah postingan ini ya…. silahkan baca selengkapnya…

Perigitua sett mode * renungan *

Konon ceritanya, di sebuah desa antah berantah, ada tiga pemuda yang bersahabat karib.  Mereka adalah si faza, si perigi en si tua.  Saking dekatnya mereka nyaris tidak terpisahkan.  Dimana ada si faza, di situ pasti ada si perigi dan si tua.  Bila si perigi pergi memancing ikan, si faza dan si tua ini pasti ikutan.  Kalau si tua beli bakso, si perigi en si faza juga turut mendampingi, siapa tau di traktir ama shohibul hajat. silahkan baca selengkapnya…

Ayah pulangAyah pulang…,” Hhh…, seperti itulah nyanyian riang Afra, bila sang bunda memberitahu bahwa aku sedang dalam perjalanan menuju pulang. Dan aku sudah membayangkan raut kecewa di wajah polosnya, saat dia tahu pada ayah nya ini nggak bisa pulang.

Dengan perasaan bersalah, aku mengambil handphone untuk mengabarkan hal itu. Ku tekan angka 2 dan dial…. silahkan baca selengkapnya…

Suatu hari, di dunia khayal ku

Seperti biasa, hari ini aku bertugas mendampingi istriku, belanja mingguan ke pasar induk yang letaknya di ujung kota sana.

Setelah muter-muter berkeliling pasar, tinggal satu kebutuhan dapur yang belum terpenuhi, KECAP!!! Aku nggak tau pada kemana para penjual kecap ini, biasane di pinggiran pasar pedagang-pedagang kecap itu banyak bertebaran, tapi kok hari ini aneh, semua raib. Kios-kios nya pada tutup semua. Entah pada kemana mereka. silahkan baca selengkapnya…