Skip to content

Archive

Category: Puisi dan Sajak

Hhmm… Gelasku kosong lagi…

Entah sudah berapa kali terisi namun selalu kosong yang ku dapati

Padahal dahagaku belum juga terobati silahkan baca selengkapnya…

Malam memang telah pekat benar

Tawa derai tadi siang telah usai

Pun dengan kesombongan tadi sore silahkan baca selengkapnya…

Aku akan terus melangkah…

Walau engkau telah jauh meninggalkanku

Namun ayunan kakiku tak terlalu sulit untuk mentafakuri jejakmu

Karena langkah kakimu terekam abadi dalam sejarah bangsa ini silahkan baca selengkapnya…

Istri yang kau nikahi,
Tidaklah semulia Khadijah
Tidaklah setakwa Aisyah
Juga tidak setabah Fatimah

Istri yang engkau nikahi,
Hanyalah wanita akhir zaman
Yang punya cita-cita menjadi sholehah silahkan baca selengkapnya…

Doa ku dulu…

Ya, Alloh…, Berilah ayahku uang yang banyak

Agar aku dapat bermain sepanjang hari

Agar aku tak perlu membantunya bekerja lagi

Engkau jawab do’aku dengan sakitnya ibuku

Lalu sepetak sawah habis sudah demi kesembuhannya silahkan baca selengkapnya…

Puisi dan coretan hati ini dahulu aku persembahkan untuk dua orang sahabat yang memutuskan untuk menikah.  Dan sekarang, puisi dan coretan hati ini aku persembahkan untuk  Acara Unggulan Parade Puisi Cinta -nya p dhe Cholik.

So, Check it out guest.. n semoga bermanfaat…!!!

Sahabatku, Sang Pecintasilahkan baca selengkapnya…

Sudah dari sono-Nya memang

Selepas gelap terbitlah terang

Tangis dan tawa bergantian saling menyapa

Sudah dari sono-Nya memang

Disamping hitam selalu ada putih

Salah en benar bersusulan mengisi catatan diri silahkan baca selengkapnya…