Dahagaku itu bukan semata nafsu duniawi, namun dahaga itu hanyalah sebentuk rasa keingintahuan terhadap segala sesuatu.
Gelas itu memang selalu kosong. Memang kadang air putih, kopi, susu, sirup atau apalah sempat mengendap beberapa lama. Hanya beberapa lama dan tidak selamanya. Karena begitu berhasil aku cerna, gelas itu kembali kosong dan mengharap untuk di isi kembali.
Gelas itu kosong bukan karena bocor dan mudah-mudahan akan selalu seperti itu. Amiieenn…!
Air putih, kopi, susu, sirup yang aku maksud adalah ilmu dan gelas kosong itu adalah pikiranku, pemahamanku, juga hatiku. Karena apapun yang aku pelajari, aku akan terima denganpikiranku, aku olah dengan pemahamanku dan kemudian aku cerna dengan hatiku.
Dan aku memang haus akan ilmu. Setiap ada sesuatu yang baru, aku akan berusaha mencari tahu lalu mempelajarinya semampu pikiranku. Aku akan berusaha mendapatkan benang merahnya dengan segenap pemahaman yang aku miliki. Lalu aku akan membiarkan hati ini yang menentukan, apakah ilmu itu baik atau tidak? Bila baik maka akan aku simpan dalam hatiku dan jika tidak… dadah bye bye…!
Dan gelas itu akan kosong dan selalu kosong…
Bukankah hanya yang kosong yang dapat menerima tanpa meluap…???
Bagaimana sahabat faza sayang,
Adakah yang berkenan membagi secangkir kopi untukku, sekedar untuk menghilangkan dahaga di tenggorokan ini???
cu…
Perigitua , September ’09
Silahkan baca juga artikel terkait:







Comments