Malam memang telah pekat benar
Tawa derai tadi siang telah usai
Pun dengan kesombongan tadi sore
Pekat malam memagut sempurna alam
Senyap…!
Hanya suara jangkrik berdendang lantunkan melodi kelelahan
Hhh…, tarikan nafas ku semakin terbebani
Sesaat lalu, sempat ku jenguk ibu pertiwi
Aku tertegun…, ku jumpai tangis darahnya telah menganak sungai
Hhh…, hati berduka penuh tanda tanya
Sesaat lalu, sempat ku tengok ibu pertiwi
Aku terperangah…, ku jumpai gurat luka di sekujur tubuh indahnya
Aku terdiam…
Aku membungkam…
Sederet tanya ku urai dalam kata
Aku makin terdiam…
Aku semakin membungkam
Penjelasannya menampar muka mengoyak sukma
Padahal…,
Baru kemarin, sombong ku begitu menggebu
Segudang keberhasilan tertuai di sepanjang hidupku
Padahal…
Baru kemarin, yakinku akan jasa-jasa tersemat di kepalaku
Karena para petinggi pun angkat topi untukku
Huaaaaaaaaaaaa…
Aku malu….
Mau ku taruh dimana muka ini saat sang pertiwi mengetuk pintu rumah ku
Huaaaaaaaaaaaa…
Aku salah…
Ternyata hatiku tak secerdas otak yang ku puja-puja selama ini
Aku malu…
Aku salah…
Ternyata wajah ku terlalu tebal tuk merasakan, saat dikau membelai mohon pertolongan
Aku malu…
Aku salah…
Ternyata hatiku sungguh bebal, tak mampu mengerti saat dikau bercerita menyedihkan
Malam semakin larut…
Pekatnya pun semakin memagut…
Aku diam…, membungkam dalam kesadaran
Dendang jangkrik semakin riuh…
Lantunkan melodi kelelahan dan kesedihan…
Aku diam…, membungkam dalam keinginan
Malam semakin larut…
Dendang jangkrik semakin riuh…
Istirahatlah, pertiwiku…, akan ku susut air mata darahmu
Pekat semakin memagut…
Lantunkan dendang kelelahan dan kesedihan…
Tidurlah pertiwiku…, akan ku obati seluruh lukamu itu
Esok…, saat sang embun tersenyum di daun
Hatiku pun turut suci untuk kembali mengabdi
Aku akan berusaha menyadarkan mereka semua
Esok…, saat sang surya menampakkan keperkasaannya
Aku pun turut perkasa tuk memperbaiki semua
Aku akan berjuang, semampu dan sebisaku, untuk membangun kembali istana mu
Istirahatlah pertiwi ku…
Tidurlahlah…
Doa kan aku dalam mimpi panjangmu…
Istirahatlah pertiwi ku…
Tidurlahlah…
Aku berjanji, engkau akan kembali tersenyum saat terjaga nanti
Silahkan baca artikel terkait:







Comments