Perigitua sett mode * Jelang Ramadhan *

Ramadhan tinggal sehari lagi. Sepanjang informasi yang faza dapat, Ramadhan akan jatuh pada tanggal 22 Agustus 2009 dan berarti besok malam sudah melakukan tarawih perdana. Sebuah kebahagiaan sekaligus kekuatiran…

Faza bahagia…,

Allah SWT telah mengabulkan permohonan faza. Allah telah menjawab doa doa yang slama ini faza panjatkan. Harapan untuk bertemu dengan sang Ramadhan telah membayang di depan mata. Entah…, satu detik, satu menit, satu jam, satu hari ke depan. Bukankah hanya Allah, Sang Maha Tahu kapan saat kita harus berpulang. Mudah-mudahan Alloh mengijinkan…. Amieen.. Ya, Rabb…

Faza kuatir…,

Faza kuatir apakah Ramadhan kali ini dapat faza warnai dengan sebaik-baiknya amalan. Apakah Ramadhan kali ini dapat menjadi Ramadhan yang lebih baik dari Ramadhan kemarin. Hhh…, sebuah tantangan berat namun memikat.

Sekarang saatnya introspeksi diri

Faza termenung. Faza banyak berpikir tentang hari kemarin, kemarinnya lagi, dan kemarin-kemarin yang kemarinnya lagi. Yup. Introspeksi diri adalah adalah langkah awal yang biasa faza lakukan untuk melecutnya dirinya lebih baik lagi.

“Bagaimana pekerjaanmu? Sudahkah engkau menganggapnya sebagai ibadah?”

Faza mengangguk-angguk. Insya Alloh sudah, bla…bla…bla…tapi bla…bla…bla…

“Bagaimana dengan keluargamu? Sudahkan engkau menjadi suami dan ayah yang baik? Sudahkah engkau menjadi anak yang berbakti pada orang tua?”

Aku sudah berusaha sebisanya, aku… bla… bla… bla… tapi bla… bla… bla….

“Bagaimana dengan ibadahmu?”

Faza terdiam.

“Bagaimana dengan sholat wajibmu? Bagaimana dengan sholat Lail-mu?”

Alhamdulillah…, aku bla… bla… bla… terutama setelah go…blog.

“Bagaimana dengan tadarus Al Qur’an mu?”

Huaaa…. Faza tersadar.

“Bagaimana dengan tadabur Al Qur”an mu?

Huaaaaaaaaaaa…. Faza makin merasa di tampar oleh pertanyaan itu.

“Bagaimana dengan hapalan Al Qur’an mu”

Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…. Kesadaraan mencuat. Faza tersadar betapa telah sekian lama faza meninggalkan kebiasaan itu.

Dan bagaimana – bagaimana lainnya yang makin membukakan mata hati faza. Hhh…, ternyata begitu banyak kekuranganku, begitu banyak amal – amal yang terlewatkan.

“Harus… haruss.. di mulai lagi sekarang”, tekad faza dalam hati.

Planning untuk Ramadhan….

Meluruskan Niat…

“Ya, Allah… Ya, Rabb… Ijinkanlah hamba-Mu ini menjumpai Ramadhan –Mu lagi. Anugerahkan hidayah –Mu, Limpahkan kekuatan –Mu, agar hamba yang hina ini dapat menjalani bulan –Mu yang suci dengan sebaik-baiknya amal ibadah.

Ya, Alloh…, Yang Maha Mengetahui…. Andai ini Ramadhan Terakhir bagi hamba, Jadikanlah Ramadhan kali ini Ramadhan terbaik bagi hamba. Ramadhan yang akan mengantar hamba –Mu ini untuk berpulang menuju-Mu. Ya, Alloh…, Ya Rabb…, Kabulkanlah permohonan hamba-Mu ini. Amiieen…”

Mensucikan hati…

Tiada kesucian tanpa pengakuan akan segala kesalahan dan kekurangan. Memohon ampunan dan melakukan taubatan nashuha adalah yang utama, namun tiada sempurna bila belum mendapat maaf dari para sahabat semua.

Para sahabat ku tersayang… faza memohon maaf untuk segala kekurangan dan kesalahan. Faza memohon maaf untuk segala kekeliruan pandangan, kesalahan perkataan yang mungkin telah melukai hati para sahabat semua.

Para sahabat tercinta, Maafkanlah faza, Maafkanlah perigitua… Karena maaf dari para sahabatlah yang akan membasuh busuknya hati ini, hingga Ramadhan dapat terjalani dengan hati suci. Amiieen…!

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

MARI KITA JALANI RAMADHAN DENGAN NIAT LURUS DAN HATI SUCI

MARI KITA HIASI RAMADHAN DENGAN AMAL-AMAL SHOLEH

MARI KITA CIPTAKAN RAMADHAN TERBAIK UNTUK MENGANTAR KITA KEMBALI FITRI