Skip to content

Archive

Tag: Faza

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Ramadhan sebentar lagi usai

Bulan suci ini beringsut pergi

Guratkan tempaan Illahi warnai diri silahkan baca selengkapnya…

Sahabat faza tersayang,

Pada kesempatan ini, ijinkan aku berbagi tentang tingkatan manusia dilihat dari hati dan lidah mereka. Ada 4 tingkatan manusia :

  • Manusia yang tidak berhati dan tidak berlidah. Meraka adalah manusia bodoh dan hina serta tiada kebaikan dalam diri mereka. silahkan baca selengkapnya…

Sahabat faza tersayang,

Pada kesempatan ini faza hanya sekedar mengingatkan tentang rukun iman.  Enam pilar yang akan memberikan keajaiban luar biasa dalam hidup kita, bila kita benar-benar berusaha memahami dan menelaahnya. silahkan baca selengkapnya…

Alhamdulillah…, akhirnya faza dapat kembali ke ranah maya ini.  Dunia yang telah mengisi malam-malamku selama 3 bulan terakhir.  Kelelahan raga dan kepenatan jiwa telah mengantarku pada titik akhir dari ketahanan fisikku. Fuihh…, TEPAR….!

Btw, I’m back now, guaest…! silahkan baca selengkapnya…

Sahabat faza tersayang,

postingan kali ini merupakan tindakan lanjut dari sebuah komentar dari sahabat Arianto Batjo yang berisi pertanyaan tentang Cinta Suami – Istri.  Seperti ini isi pertanyaannya:

Submitted on 2009/08/10 at 10:18pm

“syair yang bagus sekali…… tapi bila kita gagal bagaimana mas perigitua? Sebenar2nya cinta yang abadi hanya dimilki oleh Allah SWT.. Semoga jangan sampai kita terjebak dalam kesyirikan saja.” silahkan baca selengkapnya…

Sahabat faza sayang,

Dahagaku itu bukan semata nafsu duniawi, namun dahaga itu hanyalah sebentuk rasa keingintahuan terhadap segala sesuatu.

Sahabat faza sayang,

Gelas itu memang selalu kosong.  Memang kadang air putih, kopi, susu, sirup atau apalah sempat mengendap beberapa lama.  Hanya beberapa lama dan tidak selamanya.  Karena begitu berhasil aku cerna, gelas itu kembali kosong dan mengharap untuk di isi kembali. silahkan baca selengkapnya…

Hehehe…, sabtu sore, memang faza mengejar mas-mas tuh. Mengejar seorang sahabat yang telah lebih dulu menjejakkan kaki nya di sepanjang jalur pantura.

Yayaya…, mas-mas itu bernama ~noe~, dia memang lebih cepat sehari menyusuri jalanan itu. Dan sekarang giliran faza, mengikuti jejaknya. Menyusuri jalanan aneh bin ajaibnya pantura, dengan satu tujuan pulang ke pangkuan cinta. silahkan baca selengkapnya…