“Apa yang kamu tunggu, bro..?” tanyaku.
Faza terdiam.
“Yaaa…, entahlah,” jawab Faza menggantung.
Aku melongo persis orang bego, “Lah, jawaban apa itu…?”
Tawa yang hampir keluar dari mulutku tertelan kembali. Aku lihat Faza tiba-tiba murung. Faza yang biasanya suka cengengesan tiba-tiba begitu pendiam. Keruh di wajahnya jelas terlihat nyata. Sahabat lamaku itu sedikit berubah. silahkan baca selengkapnya…






