Sahabat perigitua tersayang,

Berapa banyak di antara kita yang telah, sedang atau akan ber ikhtiar dengan keras untuk mencapai suatu tujuan. Kita telah mengerahkan segenap kemampuan kita dalam ikhtiar itu.

Kepala menjadi kaki, kaki seolah berubah menjadi kepala. Kita merelakan peluh menganak sungai di dahi dan sekujur tubuh  ini. Atau bahkan kita memeras otak hingga jauh malam, membiarkan ‘bos nyonya’ nganggur kedinginan, hanya untuk memikirkan jalan terbaik mencapai apa yang kita inginkan.

Padahal Alloh Ta’ala telah menyediakan sebuah fasilitas super canggih untuk mempermudah ikhtiar kita. Doa, seperti itulah kita biasa menyebutnya.  Sebuah fasilitas gratis yang Alloh Ta’ala sediakan bagi para hambanya untuk meminta.

Sahabat perigitua tersayang,

Berapa banyak di antara kita yang hanya pasrah. Sebuah sikap dari pemahaman salah kaprah bahwa manusia adalah makhluk dan Alloh Ta’ala adalah Tuhan Sang Maha Berkehendak.

Siang malam kita hanya berdo’a, memohon agar Alloh Ta’ala mewujudkan keinginan kita. sedakangkan kita tidak  sedikitpun berusaha untuk mewujudkan keinginan kita itu. Kita hanya pasrah dan kepasrahan itu akan menggiring kita menjadi pribadi manja dan malas berusaha.

Padahal Alloh Ta’ala telah menganugerahkan tangan dan kaki untuk berusaha, Otak dan akal untuk berfikir, juga hati dan nurani yang akan menuntun kita dalam menentukan tujuan hidup ini.

Sahabat perigitua tersayang,

Ada benang merah antara ikhtiar dan kepasrahan. Dialah sang tawakal, sebuah sikap hati yang seharusnya selalu menyertai setiap langkah hidup. Tawakal sepatutnya ada di setiap tetes peluh kita. Tawakal sebaiknya ada ditiap kerut dahi kita, Tawakal juga seyogyanya terpatri dalam simpul-simpul syaraf kita, saat kita diam, berpikir dan bertindak.

Tawakal adalah langkah selanjutnya dari berusaha dan ikhtiar. Kita sebagai manusia hanya berhak untuk menentukan tujuan dan berikhtiar dengan segenap jiwa dan raga kita dalam pencapaiannya. Lalu dengan doa-doa yang membaluri setiap ikhtiar, kita menyerahkan segala hasil usaha pada kehendak dan kuasa Alloh Ta’ala.

Tawakal akan menuntun kita memjadi pribadi-pribadi yang kuat dan mandiri. Karena usaha dan ikhtiar keras adalah nafas dalam tiap gerak tubuhnya. Tawakal pulalah yang akan membentuk kita sebagai pribadi-pribadi rendah hati. Karena apapun hasil yang kita dapat, kita menyadari, bahwa semua itu adalah anugerah dari Alloh Ta’ala.

Keep the fight for better life

cu…

perigitua, Februari ‘10

faza

Silahkan baca juga Artikel terkait: